10/27/2009

Perbedaan OEM, OLP, dan FPP

0

OEM : Original Equipment Manufacturing

* Lisensi melekat pada hardware dan tidak dapat ditransfer ke PC lain, sehingga jika hardware itu rusak, maka lisensi itu akan hangus. Jenis hardware disini adalah Procesor & Motherboard atau salah satunya.
* Disaat kita melakukan aktivasi ada 10 jenis hardware yang akan dideteksi antara lain : Display Adapter, SCSI Adapter, IDE Adapter, Network Adapter MAC Address, kisaran ukuran RAM (0-64mb, 64-128mb, dll), Processor Type, Processor Serial Number, Hard Drive, Hard Drive Volume Serial Number, CD-ROM/CD-RW/DVD-ROM.
* Product Key dan aktivasi per masing-masing komputer.
* COA (Certificate of Authencity = Bukti kepemilikan license) harus ditempelkan di CPU.
* 1 lisensi berlaku untuk satu hardware.
* Lisensi OEM dibeli bersama / dibunddle dengan PC/laptop baru, kecuali untuk Microsoft Office 2007 jika di PC/laptop anda sudah ada trial, bisa menggunakan Office 2007 OEM setelah trial selesai (hanya bila trial ini sudah sejak PC/laptop anda baru beli/dari toko).

Keuntungan OEM :

* Harga Paling Murah.
* Pembelian dapat melalui toko computer terdekat / ready stock


OLP : Open License Program
Lisensi melekat atas nama Perusahaan/Organisasi yang bersangkutan dan dapat ditransfer antar PC dalam Perusahaan/Organisasi yang sama. License ini biasa digunakan untuk perusahaan yang berskala menengah dengan jumlah komputer kurang dari 250 unit PC.

* Minimal pembelian pertama 5 license, pembelian license OLP berikutnya bisa beli min. 1 lisensi (untuk waktu tertentu, setelah itu min. pembelian kembali 5 license)
* Satu buah Volume License Key untuk seluruh PC dalam Perusahaan / Organisasi yang sama
* Pelanggan boleh menggunakan versi yang lebih rendah dari versi yang dimiliki (down grade rights)
* Bersifat Upgrade untuk Desktop Operating Client.(Windows Vista, XP, 2000 Pro)
* Proses mungkin memakan waktu (sekitar 1-2 minggu)
* Customer mendapatkan sertifikat lisensi, untuk mendapatkan aktivation key harus masuk ke website yang ada pada sertifikat dengan login customer sendiri (kalau baru, customer buat login dulu)
* Media kit dijual terpisah (tidak termasuk dalam harga lisensi)
* Tersedia harga special untuk akademik (sekolah/universitas)

Tidak ada versi OLP untuk Windows XP (Harus down grade media kit (installer) dari Windows Vista Business)/Vista Home. Hanya tersedia untuk Windows Vista Business Versi Upgrade (anda harus mempunyai windows asli OEM sebelumnya). OLP bukan berarti beli satu bisa diinstall di banyak komputer.

Data-data yang dibutuhkan untuk mengurus OLP (wajib diisi semua):

1. Nama Perusahaan / Organisasi
2. Alamat Perusahaan / Organisasi (lengkap dengan kode pos)
3. No. Tlp dan No Fax
4. Alamat email
5. Nama Contact Person di Perusahaan / Organisasi tersebut



FPP (Full Package Product)

* Lisensi melekat pada pembeli atau pemilik yaitu diri kita sendiri.
* COA (Certificate of Authenticity) berada di box, dan pembuktian licensenya melalui box tersebut (BOX JANGAN SAMPAI HILANG).
* Produk Key dan aktivasi per masing-masing komputer.
* License 1 banding 1.
* Transferable (apabila komputer lama rusak, license dapat dipindahkan ke komputer yang baru).
* Majority harus indent sekitar 1 bulan (karena barang tidak ready stock di Indonesia). (kiossoftware)

Perbedaan XML dengan HTML

1

XML (eXtended/EXtensible Markup Language) adalah bahasa markup yang digunakan untuk menyimpan data (tidak ada program) dan tidak tergantung dengan tools tertentu (seperti editor, dbms, compiler, dsb). Jika demikian, Lalu digunakan untuk apa dokumen XML ini?

XML adalah merupakan suatu bahasa Markup. Markup yaitu bahasa yang berisikan kode-kode berupa tanda-tanda tertentu dengan aturan tertentu untuk memformat dokumen teks dengan tag sendiri agar dapat dimengerti.

Perbedaan antara XML dan HTML
Perlu di ingat bahwa:

XML bukan merupakan pengganti HTML, melainkan pelengkap HTML.

XML dan HTML yang dirancang dengan tujuan yang berbeda:
XML adalah Markup language menyerupai HTML.
XML dirancang untuk transportasi dan menyimpan data, dengan fokus pada apa data.
HTML dirancang untuk menampilkan data, dengan fokus pada bagaimana data terlihat.

HTML adalah tentang menampilkan informasi(menampilkan data dan fokus pada data yang dibawa), sedangkan XML adalah membawa informasi tentang data (mengolah dan mengatur data).

Keuntungan XML
- Ekstensibilitas : dapat ditukar/digabung dengan dokumen XML lain
- Memungkinkan pemrograman yang lebih baik:
maka dibuat suatu software pengolah XML
- Memisahkan data dan presentasi. Yang akan direpresentasikan dalam XML dan XSLT
- Pencarian data cepat karena XML merupakan data dalam format yang terstruktur
- Plain Text dan platform independent
- Untuk pertukaran data

Dokumen XML dapat digunakan untuk berbagai macam tujuan, seperti:
- Sebagai penyimpan data (database) yang mudah dibaca oleh user karena disimpan dalam bentuk teks.
- Standard transfer data, dapat digunakan untuk pengiriman data transaksi antar perusahaan, atau mentransfer data dari DBMS yang berbeda (mis: Oracle ke SQL Server).
- Sebagai acuan membuat bahasa baru, seperti WML (Wireless Markup Language) yang digunakan pada mobile device dengan protokol WAP, atau VoiceXML yang digunakan sebagai bahasa markup untuk pengenalan suara, dialog, aplikasi interaksi respon suara maupun DTMF (seperti aplikasi pengisian pulsa atau call center), dan sebagainya.
- Sebagai file konfigurasi, di Java dokumen-dokumen XML sering kita jumpai seperti file server.xml dan web.xml yang digunakan Tomcat, atau perintah-perintah query yang disimpan dalam file XML yang dipakai pada framework iBatis atau Hibernate.

Sejauh mana perkembangannya?XML menjadi dasar dari beberapa bahasa markup yang telah sedang berkembang sampai saat ini, seperti: XHTML (perbaikan dari HTML), VoiceXML (bahasa untuk aplikasi suara, telepon), XForms (form pada web yang dapat digunakan pada berbagai macam jenis browser, seperti: desktop, PDA , handphone, kertas), XPath, XPointer, XSL dan XSLT (transformasi dan presentasi XML).

10/24/2009

Pengertian HTML

0

Apa itu HTML?
HTML adalah singkatan dari Hyper Text Markup Language, HTML tidak tergolong kedalam sebuah bahasa pemrograman, HTML lebih dikenal sebagai bahasa markup yang terdiri dari serangkaian tag markup yang mampu menggambarkan sebuah halaman web.

HTML Markup Tag
HTML Markup Tag biasa disebut tag HTML adalah kata kunci yang diapit oleh sudut kurung seperti , tag HTML biasanya berpasangan seperti dan , tag disebut tag awal/pembuka dan adalah tag akhir/penutup cirinya ditambahkan tanda garis miring.

Dokumen HTML - Halaman Web
Dokumen HTML berisi serangkaian tag HTML kemudian diterjemahkan oleh web browser (internet explorer, mozilla firefox, dll.) untuk selanjutnya ditampilkan dalam bentuk halaman web, artinya apabila dokumen HTML sudah dibuka oleh web browser tidak lagi tampil tag-tag htmlnya melainkan sudah sebagai halaman web. (rachman-19)

10/17/2009

Seleksi Karyawan lewat Jejaring Sosial

0

JEJARING sosial rupanya bukan hanya berfungsi sebagai situs pertemanan. Lebih dari itu, jejaring ini malah bisa dijadikan sebagai bahan referensi bagi perusahaan dalam merekrut karyawan.

Efektifkah? Awalnya dikecam kini malah disayang. Mungkin begitulah gambaran situs pertemanan di dunia maya. Sebelumnya, situs pertemanan ini sempat dijadikan kambing hitam oleh banyak perusahaan yang meyakini produktivitas karyawan menurun karena kehadiran situs-situs pertemanan tersebut. Bahkan, tidak sedikit perusahaan yang menganjurkan agar karyawan tidak mengakses situs-situs itu saat sedang bekerja.

Tujuannya agar karyawan tetap fokus pada pekerjaan. Namun, sekarang ini jejaring sosial malah dijadikan bahan referensi bagi perusahaan untuk mencari berbagai informasi mengenai kandidat-kandidat karyawan mereka. Setidaknya setengah dari kalangan pemimpin perusahaan di berbagai belahan dunia, tengah memantau situs-situs jaringan sosial di internet seperti Facebook, Twitter, LinkedIn, dan MySpace.

Studi yang dilakukan lembaga konsultan talent management DDI pada tahun 2009 ini menemukan bahwa 25 persen dari 1.910 pelamar kerja yang telah diwawancara di berbagai negara, dan 12 persen pimpinan perusahaan di Inggris melakukan pengecekan terhadap profil atau pun foto kandidat di situs jaringan sosial, sebelum memutuskan apakah akan mewawancarai mereka. Kemudian, lebih dari separuh perusahaan yang melihat profil calon karyawan tersebut di situs jejaring sosial menyatakan, mereka menggunakan informasi yang didapat untuk mengambil keputusan akhir dalam proses rekrutmen.

Sebelumnya, telah ada laporan mengenai hasil sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa para pemimpin perusahaan sebaiknya mendorong karyawan mereka untuk memanfaatkan Facebook atau Twitter guna membantu memperluas jaringan.

Secara umum, studi bertajuk Global Interviewing Practices and Perceptions 2009 ini, juga menemukan bahwa perusahaan di Jerman dua kali lebih banyak dalam mempraktikkan pemantauan online berkaitan dengan proses pengambilan keputusan dalam masalah hiring dan rekrutmen.

Langkah mengecek jejaring sosial milik calon karyawan, juga dilakukan perusahaan di Amerika Serikat (AS). Menurut survei yang dilakukan lembaga survei Harris Interactive atas pesanan Career-Builder ini, sebanyak 45 persen perusahaan di AS melakukan cara ini. Angka ini bahkan meningkat dari survei terdahulu.

Facebook menduduki peringkat pertama sebagai situs yang digunakan untuk mengecek calon karyawan ini. Selebihnya ditemukan bahwa 11 persen perusahaan melakukan searching blog untuk mengetahui lebih jauh mengenai pelamar mereka, dan 7 persen mengikuti perkembangan kandidat yang bersangkutan di Twitter.

Adapun di Tanah Air, langkah ini mungkin belum lazim digunakan. Kendati demikian, menurut Winda Lubis, selaku konsultan senior PT Opus Management, mengatakan, kini ada beberapa perusahaan di Indonesia yang melakukan pengecekan ke situs pertemanan milik calon pelamar. Ia sendiri mengaku memiliki seorang teman yang bekerja freelance untuk sebuah perusahaan asing sebagai reference checking, yang salah satu tugasnya mengamati calon karyawan melalui situs pertemanan.

Namun, Winda menilai, informasi yang didapat melalui dunia maya ini, hanya sebagai masukan semata bagi perusahaan dalam melakukan rekrutmen dan tidak dapat dijadikan bahan pertimbangan. "Hanya sebagai bahan tambahan," imbuh Winda.

Senada dengan pendapat yang dilontarkan konsultan senior EXPERD Linawaty Mustopoh. Menurut dia, informasi melalui jejaring pertemanan merupakan data tidak langsung. "Dari sisi legalitas juga masih dipertanyakan kevalidannya sehingga harus dikonfirmasi ulang," katanya.

Adapun menurut Marketing Director Emporium Pluit Ellen Hidayat, perusahaan yang dikelolanya belum menjadikan situs pertemanan sebagai bahan masukan untuk menyeleksi karyawan. Alasan ketidakefektifan menjadi pemicu utama yang menjadikan perusahaan peritel ini enggan melakukan cara tersebut.

"Sepertinya tidak mungkin juga jika tim HRD kami mengecek situs pertemanan milik kandidat karena otomatis kandidat bersangkutan harus meng-confirm, sebaliknya HRD harus meng-add mereka lebih dulu dan ini makan waktu," kata Ellen.
Ellen pun lebih mengandalkan surat referensi kandidat tersebut dari perusahaan tempat ia bekerja sebelumnya sebagai bahan pertimbangan utama. Juga hasil wawancara dan melihat kinerja calon karyawan melalui masa percobaan sebelum akhirnya memutuskan mengangkat mereka.

Lain lagi dengan pendapat Wakhid Efendi. Division Head Customer Service & Retention Management JBRO Indosat ini berpendapat, situs pertemanan justru bisa menjadi bahan pertimbangan dalam menyeleksi karyawan.

"Dari situ kita bisa melihat bagaimana psikologis orang itu,apakah waktunya hanya dihabiskan di dunia maya dan bagaimana sifat mereka," sebut Wakhid. (Okz)

Langkah Tepat Temukan Pekerjaan Idaman

0

JIKA Anda terjebak di pekerjaan yang tidak disukai, jika Anda tidak bahagia dan selalu mengeluh setiap kali harus berangkat kerja, mungkin inilah saatnya Anda mengubah keadaan itu.

Sering kali seseorang baru menyadari bahwa pekerjaan yang dijalaninya tak sesuai dengannya, setelah mengalami dua hal berikut. Pertama, saat dia merasa semuanya sudah melebihi batas kemampuannya; dan kedua, saat hidupnya mulai berantakan.

Tentu saja peristiwa ini terjadi karena dia tidak menganalisa atau memikirkan pekerjaan atau karier apa yang cocok untuknya. Padahal untuk mengetahui atau menetapkan pekerjaan atau karier yang ideal, seseorang harus memikirkan dua sisi otaknya.

"Otak kiri akan mendaftar semua pekerjaan yang sekiranya cocok untuknya, sedangkan otak kanan akan menerjemahkan perasaannya tentang pekerjaan tersebut," ujar konsultan karier Lynea Corson-Hadley, seperti dikutip dari womensmedia.com.

Sayangnya, dalam menjalankan proses ini, umumnya orang-orang akan sibuk memperhatikan detail kriteria atau pekerjaan dan apa saja yang harus dilakukan, tanpa melakukan aksi sedikitpun.

Jika Anda juga mengalami situasi ini dan hanya berfokus pada pemikiran di otak kiri, Anda akan membutuhkan banyak waktu dan usaha untuk mengejar keinginan Anda. Namun jika Anda menggunakan otak kanan, biarkan sisi otak ini mengarahkan Anda tentang hal-hal yang Anda sukai, tidak sukai, dan menemukan jawaban atas pekerjaan yang benar-benar tepat untuk Anda.

1. Buatlah daftar tentang hal-hal yang tidak Anda sukai dengan keadaan Anda sekarang dan buatlah penyangkalan yang positif terhadap keadaan tersebut.

Hal ini ibarat saat Anda menginginkan teh, tapi Anda disodori kopi. Itu artinya Anda harus membuang kopi itu terlebih dahulu untuk mendapatkan teh. Hal ini sama dengan mencari pekerjaan yang ideal. Anda harus menyingkirkan semua hal negatif dari pekerjaan Anda yang sekarang sebelum membuat kriteria tentang pekerjaan ideal yang Anda impikan.

Selanjutnya, analisis hal-hal apa saja yang tidak Anda sukai dari pekerjaan yang sekarang dan ingin Anda enyahkan dari pekerjaan ideal Anda. Selanjutnya, buatlah penyangkalan yang positif tentang hal ini. Penyangkalan positif akan mengekspresikan penolakan Anda terhadap peraturan yang berlaku secara umum.

"Contohnya, Anda bisa menulis bahwa, saya tidak percaya bahwa saya harus bekerja dari pukul 9 pagi sampai pukul 5 sore untuk mendapatkan uang yang banyak dan masa depan yang baik," tegas Corson-Hadley.

Selain itu, Anda juga bisa menuliskan bahwa, "Saya tak perlu harus mengarungi kemacetan untuk bertemu klien, atau "Saya tidak harus menerima tugas yang membosankan."

2. Buatlah gambaran pekerjaan yang Anda inginkan seolah Anda punya kekuatan ajaib untuk langsung mewujudkannya.

Tulis berapa jam Anda ingin bekerja, pakaian yang ingin Anda kenakan saat bekerja, ingin bekerja siang atau malam, bagaimana suasana kerja Anda (apakah penuh peralatan teknologi atau orang-orang yang menyenangkan), suara yang ingin Anda dengarkan (musik, mesin, atau orang berbicara), bekerja sendiri atau tim, jika Anda di bagian penjualan, apakah Anda ingin shot-term sales atau kontrak yang lebih fleksibel, dan sebagainya. Semakin detail Anda membuatnya, semakin baik.

3. Ilustrasikan.

Setelah itu, buat ilustrasi dari pekerjaan impian tersebut. Anda bisa membuat gambar dari masing-masing poin yang telah Anda buat sebelumnya di tahap dua.

4. Buat pernyataan positif tentang daftar yang telah dibuat.

Misalnya Anda bisa menulis, "Saya senang karena saya bisa mengatur waktu kerja saya. Dampaknya, saya justru bisa mengerjakan banyak hal dalam sehari penuh."

5. Buang anggapan yang membatasi.

Kebanyakan dari kita hidup dalam struktur atau kepercayaan yang sudah dibangun selama berabad-abad. Padahal sebenarnya, kita bisa membuat kepercayaan atau keyakinan baru untuk kita sendiri.

6. Jangan takut untuk memulai usaha sendiri.

Jika sudah membuat daftar tentang gambaran pekerjaan ideal, Anda harus membuat rencana untuk mencapai tujuan tersebut. Biarkan imajinasi Anda berkembang. Siapa tahu hal ini akan berujung pada suatu hal yang malah jauh dari bayangan Anda sebelumnya.

7. Jangan takut terhadap perubahan.

Jika Anda harus pindah tempat tinggal, pindah ke luar kota, atau apa pun perubahan hidup yang harus Anda hadapi demi mendapatkan pekerjaan idaman, jangan takut untuk melakukannya. Ingat, bahwa Anda harus membuang gelas berisi kopi untuk mendapatkan teh seperti yang Anda inginkan. (Okz)

Feed my Articles

Google Translator

Donate

Counter